Kamis, 24 November 2011

EMPAT PILAR SKILL PONDOK PESANTREN


Blora, Kabid Pekapontren Kanwil Prov. Jateng pada tanggal 15 Februari 2011 meresmikan pendidikan Life Skill  ketrampilan Las Karbit dan Listrik bagi santri putra dan ketrampilan menjahit bagi santri putri Pondok Pesantren Al Huda Kunduran Kab. Blora .
“Program ketrampilan Las dan menjahit dipilih karena mempunyai prospek yang bagus bagi santri yang dikemudian hari akan terjun di masyarakat, apalagi Ponpes Al Huda mempunyai sumber daya manusia yang strategis, yakni sebagian siswa SMK yang ada di lingkungan Pondok Pesantren sekaligus merangkap menjadi santri” demikian ungkap Sutimo S.Ag selaku ketua Panitia.
“Pondok Pesantren Al  Huda Kunduran Blora mempunyai beberapa Unit Kegiatan Pendidikan dari tingkat PAUD hinggga Perguruan Tinggi oleh karena itu kepedulian pemerintah, baik  daerah maupun Pusat sangat diharapkan, karena bagaimanapun juga Pondok Pesantren merupakan pilar terpeliharanya akhlak generasi muda” ungkap K Nurkholis selaku Pengasuh PP Al Huda dalam Kata sambutannya.
Sementera itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Blora yang diwakili oleh Kasi Pekapontren Fathul Himam S.Ag, M.PdI  mengatakan bahwa  paradigma Pondok Pesantren di Kab. Blora makin mengalami perkembangan yang signifikan, selain santri dibekali dengan ilmu Agama yang mendalam sudah banyak pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh Kan Kemenag  untuk membekali santri Kab. Blora setelah tamat dari Pondok Pesantren seperti Pelatihan Budidaya Lele, Pelatihan Pembuatan pupuk Organik, Pelatihan Penggemukan sapi, ketrampilan sablon dan sebagainya.
  “ Ada empat tujuan dilaksanakannya Life Skill di Pondok Pesantren “ demikian  menurut Drs. H. Solikhin, MM, selaku Kabid Pekapontren Kantor Wilayah  Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dalam sambutan Pembukaannya:
Yang pertama belajar untuk tahu Learning to Know , karena awal sukses bagi kehidupan manusia baik di dunia dan akhirat adalah dengan Ilmu pengetahuan. Selanjutnya Learning to Do belajar untuk bekerja, orang yang mempunyai ilmu pengetahuan yang sangat tinggi, tapi ia tidak menghasilkan karya dapat diibaratkan tanaman yang tidak berbuah. Demikian ungkap mantan Kepala Kan Kemenag Kab. Jepara tersebut.
Selanjutnya beliau juga mengatakan bahwa tujuan belajar adalah Learning to be , dengan adanya ketrampilan Life Skill bagi santri diharapkan santri-santri menjadi pioneer/pelopor bagi masyarakat disekelilingnya.
“Dan yang paling penting adalah  Learning by together demikian ungkap pejabat kementerian Agama yang  juga  jebolan Pondok Pesantren tersebut. Karena santri nanti akan terjun , bergaul dan berjuang menegakkan syariat Islam ditengah masyarat dari lingkungan sederhana sampai dengan pergaulan dunia maka sangat penting bagi santri untuk menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi. (soegie)